Entri Populer
-
Hari libur selalu menjadi bahan pemikiran diriku sebagai Orang tua. Aku selalu berfikir bagaimana hari libur untuk my son menjadi berharga....
-
Bergaya Murah dan Trendi Oleh Eman Mulyatman Habis libur ngapain ya? Tentu konsentrasi kembali dengan sekolah. Di u...
-
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Kota Magelang memiliki beberapa objek wisata museum, diantaranya Muse...
-
SDIT Al-Fida di Jalan Masjid Nurul Amal No.1 Setia Mekar, Tambun, Bekasi. "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada...
-
Kereta Api Tak Sekadar Alat Tranportasi Naik Kereta Api tut tut tut, wah lagu itu sudah ga cocok lagi ya. Kereta sekarang kan pakai ...
-
Wisata sambil mengenal aktivitas dan sejarah Gunung Merapi, asyik juga petualangan bersama anak-anak mengisi liburan sekolah Oleh Eman...
-
Sob Elka, adik-adik kita di SDIT Baiturrahman Sukapura meski masih SD kepedulian mereka sama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah er...
-
Serasa di Komik Silat Oleh Eman Mulyatman Sahabat Alam diundang FPI Surakarta untuk mendaki Gun...
-
Tempat pertapaan Sultan Agung memberi Sob kesempatan meneropong empat gunung besar di Pulau Jawa, Candi Borobudur plus pemandangan ...
Sabtu, 10 Maret 2012
Laporan Infaq dari Pembaca
Menghijaukan Kembali Sektor Pertanian
Industri pertanian
adalah salah satu kunci terciptanya ekonomi hijau, ekonomi yang ramah
alam. Simak 13 langkah menghijaukan sektor terpenting di negara agraris
ini
Rabu, 07 Desember 2011
Liften Naik Truk Cabe
Selasa, 06 Desember 2011
Indonesia Agrotech Outdoor Expo SOROPADAN AGROEXPO V-2011
Indahnya
Bersahabat dengan Alam
Oleh Winwin
dan Emil
Hem … liburan gini enaknya ngapain ya Sob. Eh meski
liburan, tapi bagi anak kelas 6 harus sering datang juga ke sekolah, baik untuk
mengurus ijazah atau untuk ke sekolah lanjutan, mengurus ini itu di sekolah
yang baru.
Jadinya untuk pergi ke luar kota harus dipertimbangkan
dulu waktunya. Seperti aku, Winwin yang kelas 6. Aku rasa sepekan liburan ke
Jakarta, cukuplah. Di Jakarta aku sowan ke rumah Aki dan Nini (Kakek dan
Nenek-Sunda) aku juga bertemu dengan teman-teman ku di Pondok Gede. Wah
senangnya bisa kangen-kangenan.
Ketika kembali ke Magelang ternyata di kota yang terkenal
dengan makanan Getuknya ini tengah berlangsung Expo. Pemprov Jawa Tengah pada tanggal 1-5 Juli 2011 mengadakan
kegiatan Agro Expo yang Bertajuk Soropadan Agro Expo V 2011. Ternyata Kegiatan
tersebut rutin dilaksanakan di STA Soropadan setiap dua tahun sekali, Sob.
Soropadan memang bukan di Magelang, tapi terletak di
Jalan Magelang - Semarang km. 13 Pringsurat Temanggung, Jawa Tengah. Berada di pinggiran Temanggung dan Megalang. Soropadan
Agro Expo V 2011 merupakan ajang promosi produk-produk unggulan yang berwawasan
ke depan, mengangkat serta menggarap potensi Agro Nusantara dalam upaya
menembus Pasar Global. Soropadan Agro Expo V 2011 juga menjadikan Kawasan
Agrowisata dan STA Soropadan sebagai pusat informasi, komunikasi dan teknologi
Agro yang berbasis teknologi.
Alhamdulillah, Emil yang pergi ke Soropadan datang ketika
acara pembukaan berlangsung. Acara ini dibuka Oleh Pak Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA bersama Gubernur Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo.
Pelaksana kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 adalah Biro
Bina Produksi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang beralamat di Jl.
Pahlawan No. 9 Semarang Gedung A Lt. 8 Telp/fax (024) 8450119 psw 490,491.
Kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 diikuti oleh
Kementerian Pertanian, Instansi pusat lain, Pemerintah Provinsi se-Indonesia, pemerintah
Kabupaten/Kota se-Indonesia, Perusahaan nasional dan Multinasional serta pelaku
agribisnis. Selain itu kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 ini juga dapat
diikuti oleh para pengambil keputusan dan pelaku usaha di bidang agribisnis
baik berskala kecil, menengah dan besar termasuk intelektual/instansi
pendidikan di bidang agro.
So, gak heran kalo kegiatan ini menyedot banyak pengunjung.
Sebanyak 25 duta besar dari berbagai negara sahabat bakal menghadiri
pelaksanaan Soropadan Agro Expo 2011, di Terminal Agribisnis Soropadan,
Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu upaya promosi komoditas unggulan
hortikultura Jawa Tengah.
"Para duta besar ini akan diundang dalam pembukaan
Suropadan Agro Expo yang dilaksanakan pada 2 Juli 2010," kata Pelaksana
Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sriyadhi, di Semarang.
Para duta besar yang akan hadir dalam gelaran ini, lanjut
dia, antara lain berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, serta Amerika.
Menurut dia, dalam kesempatan tersebut, para duta besar juga
akan diajak untuk melakukan panen serentak sejumlah komoditas unggulan yang
dipajang dalam gelaran tersebut.
"Dalam gelaran ini akan dipajang sejumlah tanaman
hidup siap panen yang merupakan komoditas unggulan holtikultura Jawa
Tengah," katanya.
Ia menuturkan, expo dua tahunan yang dibuka oleh Menteri
Pertanian ini merupakan salah satu ajang promosi komoditas unggulan
holtikultura ke luar negeri.
Ia menjelaskan, melalui ajang ini, diharapkan mata rantai
perdagangan ke luar negeri dapat disederhanakan, dengan menghadirkan langsung
sejumlah duta besar negara tujuan.
Berbagai komoditas yang dipamerkan dalam expo ini, lanjut
dia, merupakan produk unggulan yang selama ini telah dipasok ke sejumlah
negara, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang.
Beberapa komoditas unggulan tersebut di antaranya melon,
lobak, semangka, sawi, kubis, cabai, dan sebagainya.
Soropadan Agro Expo 2011 yang mengambil tema
"Mantapkan Kemitraan Dengan Dunia Usaha Untuk Mengembangkan Akses Pasar
Global" akan digelar pada 2-5 Juli 2011.
Kegiatan yang juga akan diisi dengan sarasehan antara
Gubernur Bibit Waluyo dan para petani ini ditargetkan dikunjungi oleh 30 ribu
orang, dengan nilai transaksi yang terjadi mencapai sekitar Rp75 miliar.
Koordinator Peserta SAE V tahun 2011, Astri mengatakan
SAE sebagai wahana tukar menukar informasi dan terciptanya transaksi produk dan
teknologi di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.
"SAE ini tingkat nasional dan buyer (pembeli)
yang datang adalah tingkat internasional," katanya, Jumat (1/7).
Sedikitnya 113 stand telah penuh terisi oleh satuan kerja
perangkat daerah (SKPD) Propinsi Jawa Tengah dan propinsi tetangga, SKPD
kabupaten/kota, serta berbagai perusahaan yang bergerak dibidang pertanian,
perikanan, perkebunan dan kehutanan. UMKM dari daerah sekitar pun tidak
ketinggalan turut meramaikannya. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan.
Peserta dan pengunjung dapat memanfaatkan secara maksimal
fasilitas yang disediakan panitia untuk mengadakan promosi penjualan produk,
pengenalan produk unggulan dan teknologi agro, seminar/workshop, lokakarya
serta temu bisnis.
Sob, kamu juga bisa menikmati Fasilitas penunjang yang
tersedia di Soropadan seperti, panggung kesenian terapung, kolam pancing,
restorasi terapung, rest area, ruang teater, play ground dan jogging
track.
Mudah-mudahan kamu bisa ke Soropadan sekarang, jadi ga
perlu menunggu 2 tahun lagi. Kalo kamu ke Soropadan, mampir ya ke rumahku.
Box
Pelaksanaan kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 bertujuan
untuk:
- Mengangkat dan menggarap potensi-potensi agro di tingkat local, regional dan nasional agar mampu bersaing secara terbuka dan professional di pasar global
- Menciptakan ajang produksi agro unggulan untuk membuka peluang pasar baru serta memperluas jejaring agribisnis bagi produsen dan pengusaha agro nasional dengan menjadikan Soropadan sebagai vendor dan sector agribisnis terkemuka.
- Membuka wawasan dan ajang pembelajaran teknologi pertanian bagi pihak-pihak yang menekuni dan berkompeten seta pihak yang berkecimpung di bidang agribisnis.
- Menciptakan forum yang mempertemukan para pelaku agribisnis dengan pihak petani produsen dengan menciptakan ajang promosi produk-produk unggulan dengan pengusaha agro baik local, nasional maupun internasional serta para stakeholder lainnya.
- Memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk agro unggulan nusantara pada pasar local, nasional maupun pasar global, dengan Soropadan sebagai pusat Informasi dan promosi.
- Meningkatkan akses pasar global melalui forum Temu Usaha antara Petani dan buyer local, nasional maupun Internasional
Box
Manfaat Dilaksanakannya kegiatan Soropadan Agro Expo V
2011 adalah untuk :
- Meraih peluang ekspor dan peningkatan investasi
- Meningkatkan pangsa pasar baik di dalam maupun luar negeri
- Meraih calon mitra investasi di dalam maupun di luar negeri
- Meningkatkan business networking
Pasar Induk Sandang Tegalgubug Cirebon
Bergaya Murah dan
Trendi
Oleh Eman
Mulyatman
Habis libur ngapain ya? Tentu konsentrasi kembali dengan
sekolah. Di ujung liburan kemarin. Kru Sahabat Alam menyempatkan diri ke
Tegalgubug Cirebon. Ada apa di Tegalgubug?
Dari Jakarta, awalnya kami berniat naik KA Cirebon
Ekspres. Tapi begitu sampai di stasiun Jatinegara, ternyata sudah penuh. “Ada
berdiri, tiketnya Rp 70.000,” kata petugas di loket.
Berdiri? Wah kalo begitu kami memilih jalan lain, dengan
bis. Dari staisun Jatinegara dengan menumpang mikrolet kami menuju terminal
Pulogadung. Tapi, kami tidak naik dari terminal ini melainkan terus nyambung
dengan angkot, menuju pintu Tol Cakung. Dari sini kami naik bis Luragung Jaya.
Sob, kalo kamu ingin tes adrenalin, silakan naik bis
jurusan Jakarta–Cirebon. Selain ngebut, suasana di dalamnya pun menguji
kesabaran. Pokoknya crowded banget. Ada tukang asongan, pengamen yang
tak berhenti turun naik dan amal jariah.
Kenapa ya, begitu? Ya karena bis Jakarta-Cirebon ini
dinaiki oleh para penglaju. Artinya oleh mereka yang memang bolak-balik usaha
antara Jakarta–Cirebon. Jadi sopirnya untung, karena bisnya menjadi favorit. Lihat
saja di kaca bis. Selain nama bis, tertulis juga nama julukannya. Ada Korawa,
Meteor, Relasi. Nah bis yang kami naiki berjuluk, Baraya.
Selain sopir, penumpang juga untung katanya bisa sampai
tepat waktu. Terus si pengusaha bis juga untung, karena bisnya jadi favorit.
Selain itu ada lagi yang diuntungkan, para oknum aparat. Katanya semakin banyak
pelanggaran semakin banyak setoran.
Hari itu kami membuktikan, ”Wah tampaknya sopir bis ini
urat malunya sudah dipotong,” kata rekan di samping. Bayangkan saja, ketika
macet seenaknya saja ngambil jalur kanan!
Setelah empat jam diguncang-guncang bis, perut pun terasa
keroncongan. Kami mencari makanan khas Cirebon Nasi lengko dan Empal Gentong.
Udara panas Pantura membuat kami tak berlama-lama di warung itu. Segera mencari
tempat shalat, wah ternyata fasilitas mushalla dan kamar kecilnya sedang krisis
air. Kami pun segera keluar pasar mencari masjid terdekat.
Pusat
Sandang
Daerah yang letaknya di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten
Cirebon ini memang terkenal sebagai Pasar Induk Sandang. Jadi kalau Sob ingin beli
pakaian dengan harga murah, datang saja ke Tegalgubug. Selain murah modelnya
juga baru.
Seperti Jilbab, tersedia model mengikuti selera penonton
sinetron. Ada jilbab Ayat-Ayat Cinta, Azizah (sinetron Azizah), Ketika Cinta
Bertasbih, Che che, Marisa, Inneke, Hingga Teh Ninih. Pokoknya trendi banget
deh.
Tak heran bila barang-barang di Pasar Tegalgubug sangat
laku. Namanya saja Gubug. Tapi, jangan salah sangka perputaran uang di pasar
ini bisa mencapai kurang lebih Rp 5 miliar untuk setiap harinya. Dengan
demikian, jika dihitung satu bulan, maka perputaran uang di pasar ini bisa
mencapai kurang lebih Rp 40 miliar. Subhanallah.
Menurut Ustadz Hayani, salah seorang pedagang di
Tegalgubug, Dibukanya pasar pada Hari Selasa dan Sabtu memang sudah
kesepakatan. Waktu di luar pasaran itu dimanfaatkan untuk memenuhi pesanan.
Karena pasar ini kelasnya nasional, bahkan internasional. “Kalo saya di pasar,
terus kapan bisa silaturahim?” katanya.
Ustadz Yani, begitu pria ini biasa disapa, memulai usaha
pada 2000 silam. Modal awalnya hanya kepercayaan. “Saya ikut orang dulu selama
setahun,” katanya.
Meski sempat mengalami kerugian karena tertipu, kini
Ustadz Yani sudah memiliki empat orang karyawan. Ketika ditanya omsetnya dengan
malu-malu dia memilih Sahabat Alam untuk menebaknya. Di atas 100 juta sekali
pasaran ya? “Ya kira-kira di atas itu sedikit,” katanya.
Tegalgubug masih mengikuti pola pasar tradisional,
bukanya hari Selasa dan Sabtu. aktivitas perdagangan bahan sandang tersebut
telah mampu mengubah tingkat perekonomian warga Desa Tegalgubug. Dari pasar ini
ada profesi tambahan selain menjahit. Yaitu ojek, kuli panggul atau berjualan
makanan.
Nah kalo kamu ingin punya baju lebaran yang trendy datang
aja ke Tegalgubug. Pesan kami, harus berani nawar ya. Supaya kamu enggak
kecewa.
BOX
Asal mula
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ir H Maslani
Samad (47), menjelaskan, sejarah Pasar Tegalgubug dimulai sekitar tahun 1914.
Saat itu, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan membuat dan menjual
kemben, yakni perlengkapan kebaya kaum perempuan pada masa itu. Pasalnya, kaum
perempuan di Tegalgubug memang mahir dalam menjahit. Para pembeli kemben itu
berasal dari luar wilayah Cirebon. Mereka berdatangan dengan menggunakan pedati
pada malam hari.
Seiring berlalunya waktu, aktivitas perdagangan di Pasar
Tegalgubug pun terus berjalan. Namun, aktivitas perdagangan itu belum dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karenanya, kaum lelaki di desa
tersebut lantas merantau ke Bandung untuk menjadi tukang becak. Tahun 1960-an,
di Bandung mulai menjamur industri tekstil. Seringkali, pabrik-pabrik tekstil
itu membuang sisa-sisa kain yang tidak mereka gunakan.
“Melihat hal itu, para tukang becak yang berasal dari
Tegalgubug memungut sisa-sisa kain tersebut dan membawanya pulang. Mereka yakin
kain-kain itu dapat dimanfaatkan bila diolah lebih lanjut oleh istri mereka
yang memang pandai menjahit,” ujar H Maslani.
Keyakinan para tukang becak itu memang tidak keliru.
Kain-kain sisa yang telah dijahit menjadi pakaian jadi itu, sangat laku dijual
di Pasar Tegalgubug. Bahkan, permintaan pun terus meningkat hingga akhirnya
mereka tak lagi hanya menggunakan kain sisa untuk dijahit menjadi pakaian jadi,
melainkan juga membeli kain secara utuh.
Melalui promosi dari mulut ke mulut, keberadaan Pasar
Tegalgubug pun semakin dikenal. Apalagi, lokasinya yang terletak di sisi jalur
utama pantura penghubung Jakarta dan Jateng, menjadikan Pasar Tegalgubug sangat
mudah untuk dijangkau oleh para pembeli yang datang dari berbagai daerah.
Tercatat, ada sekitar 5.000 pedagang yang kini berjualan di Pasar Tegalgubug.
Langganan:
Postingan (Atom)