Entri Populer

Minggu, 03 Maret 2024

CHILDREN OF THE JUNGLE Empat Bocah Selamat di Amazon

Empat anak ditemukan selamat setelah 40 hari terdampar di Hutan Amazon. (AFP/Handout)

Keempatnya terdampar di tengah Hutan Amazon, selamat dari kecelakaan pesawat pada awal Mei lalu

Rabu, 03 Januari 2024

Unit Kerja Mahasiswa Rumah Quran UIA Bersihkan Pantai Muara Gembong

Unit Kerja Mahasiswa Rumah Quran UIA Bersihkan Pantai Muara Gembong


Aksi bersih-bersih Bersama PT. MIGAS HULU JABAR ONWJ, Pegiat lingkungan dan masyarakat setempat

Selasa, 25 Januari 2022

Menikmati Matahari Terbenam di Heha Sky View


 
Menyaksikan Sunset di Heha Sky View


Heha Sky View destinasi yang satu ini menawarkan berbagai spot foto selfie bagi para pengunjungnya, dengan pemandangan gunung dan alam Yogyakarta yang menakjubkan


Kamis, 25 November 2021

Belajar dari Monyet, Tips jika Tersesat di Hutan

Waduk Gajah Mungkur Penuh Kenangan


Belajarlah dari monyet, makanlah buah yang dimakan monyet, karena buah yang dimakan monyet pasti tidak beracun

Sabtu, 26 Juni 2021

UMROH Esensi Thawaf dan Sai

Bergabung dengan Jamaah Umroh Idrisiyyah Tour & Travel

“Tidak dipandang sebagai perjalanan yang utama kecuali kepada tiga masjidku ini, al-Masjidil Haram dan al-Masjidil Asha’. Shalat di dalam masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di Masjid lainnya, kecuali di al-Masjidil Haram” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad, Abu Daud, an Nasai dari Ibnu Majah yang bersumber dari Abu Hurairah).

Selasa, 25 Mei 2021

Khutbah Gerhana Bulan: Tafakur, Ibadah yang Sering Dilupakan

Gerhana Bulan | Ilustrasi (via Pinterest)

الحَمْدُ للهِ الّذِي لَهُ مَا فِي السمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ وَلَهُ الحَمْدُ فِي الآخرَة الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وهو الرّحِيم الغَفُوْر. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ 

Kamis, 25 Februari 2021

Jungkir, Alhamdulillah bisa Balik

Masjid Al Fattah Tasikmalaya, Berkhidmah
"Orang yang mengenal inti kehidupan selalu memandang dunia ini sebagai ujian"

(Syekh Muhammad Fathurahman)

Senin, 29 Juli 2013

Nasi Jagung Manglie: Solusi untuk Penderita Diabetes

Praktis dan Kaya Manfaat
Nasi Jagung Manglie adalah sebuah inovasi di bidang pengolahan hasil pertanian. Sebuah produk yang mengolah jagung menjadi makanan yang praktis dan mudah disajikan. Dengan cita rasa yang enak, unik, dan khas desa Mangli, Gunung Sumbing Magelang. Kini begitu mudah anda dapatkan di dalam produk NASI JAGUNG MANGLIE.

Oleh Eman Mulyatman

Selasa, 22 Mei 2012

Mengintip Aktivitas Merapi dari Ketep Pass

Wisata sambil mengenal aktivitas dan sejarah Gunung Merapi, asyik juga petualangan bersama anak-anak mengisi liburan sekolah

Oleh Eman Mulyatman

Sabtu, 10 Maret 2012

Laporan Infaq dari Pembaca

Alhamdulillah, pada Ahad (05/02/2012), telah kami sampaikan amanat wakaf al-Qur’an dari Pembaca SABILI senilai Rp 1.000.000. (satu juta rupiah). Wakaf diterima salah seorang warga, Dusun Kenalan Salatiga. Karena pada kesempatan itu, Ustadz M Fauzan tengah menghadiri pengajian di Kahuripan, begitu keterangan yang kami dapat dari warga setempat.

Menghijaukan Kembali Sektor Pertanian

 Industri pertanian adalah salah satu kunci terciptanya ekonomi hijau, ekonomi yang ramah alam. Simak 13 langkah menghijaukan sektor terpenting di negara agraris ini

Rabu, 07 Desember 2011

Liften Naik Truk Cabe

Hari libur selalu menjadi bahan pemikiran diriku sebagai Orang tua. Aku selalu berfikir bagaimana hari libur untuk my son menjadi berharga. Alias tidak terbuang percuma. Sebagaimana dulu aku memanfaatkan hari liburku. Hyking, kemping atau bersepeda atau ke kampung Nenek di kaki Ciremai. Ya itulah kegiatanku waktu esde.

Bersama Kita Libur


Ke Hutan Lindung Teluk Jambe, liburan sambil nganter sumbangan

Purnama Bersinar di Karangmalang

Jalan Pagi di Karmal, Segar....! 

Selasa, 06 Desember 2011

Indonesia Agrotech Outdoor Expo SOROPADAN AGROEXPO V-2011








Indahnya Bersahabat dengan Alam
Oleh Winwin dan Emil

Hem … liburan gini enaknya ngapain ya Sob. Eh meski liburan, tapi bagi anak kelas 6 harus sering datang juga ke sekolah, baik untuk mengurus ijazah atau untuk ke sekolah lanjutan, mengurus ini itu di sekolah yang baru.

Jadinya untuk pergi ke luar kota harus dipertimbangkan dulu waktunya. Seperti aku, Winwin yang kelas 6. Aku rasa sepekan liburan ke Jakarta, cukuplah. Di Jakarta aku sowan ke rumah Aki dan Nini (Kakek dan Nenek-Sunda) aku juga bertemu dengan teman-teman ku di Pondok Gede. Wah senangnya bisa kangen-kangenan.      

Ketika kembali ke Magelang ternyata di kota yang terkenal dengan makanan Getuknya ini tengah berlangsung Expo. Pemprov Jawa Tengah  pada tanggal 1-5 Juli 2011 mengadakan kegiatan Agro Expo yang Bertajuk Soropadan Agro Expo V 2011. Ternyata Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan di STA Soropadan setiap dua tahun sekali, Sob.

Soropadan memang bukan di Magelang, tapi terletak di Jalan Magelang - Semarang km. 13 Pringsurat Temanggung, Jawa Tengah.  Berada di pinggiran Temanggung dan Megalang. Soropadan Agro Expo V 2011 merupakan ajang promosi produk-produk unggulan yang berwawasan ke depan, mengangkat serta menggarap potensi Agro Nusantara dalam upaya menembus Pasar Global. Soropadan Agro Expo V 2011 juga menjadikan Kawasan Agrowisata dan STA Soropadan sebagai pusat informasi, komunikasi dan teknologi Agro yang berbasis teknologi.

Alhamdulillah, Emil yang pergi ke Soropadan datang ketika acara pembukaan berlangsung. Acara ini dibuka Oleh Pak Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, MMA bersama Gubernur Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo.

Pelaksana kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 adalah Biro Bina Produksi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 9 Semarang Gedung A Lt. 8 Telp/fax (024) 8450119 psw 490,491.

Kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 diikuti oleh Kementerian Pertanian, Instansi pusat lain, Pemerintah Provinsi se-Indonesia, pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia, Perusahaan nasional dan Multinasional serta pelaku agribisnis. Selain itu kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 ini juga dapat diikuti oleh para pengambil keputusan dan pelaku usaha di bidang agribisnis baik berskala kecil, menengah dan besar termasuk intelektual/instansi pendidikan di bidang agro.

So, gak heran kalo kegiatan ini menyedot banyak pengunjung. Sebanyak 25 duta besar dari berbagai negara sahabat bakal menghadiri pelaksanaan Soropadan Agro Expo 2011, di Terminal Agribisnis Soropadan, Kabupaten Temanggung, sebagai salah satu upaya promosi komoditas unggulan hortikultura Jawa Tengah.

"Para duta besar ini akan diundang dalam pembukaan Suropadan Agro Expo yang dilaksanakan pada 2 Juli 2010," kata Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sriyadhi, di Semarang.

Para duta besar yang akan hadir dalam gelaran ini, lanjut dia, antara lain berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, serta Amerika.

Menurut dia, dalam kesempatan tersebut, para duta besar juga akan diajak untuk melakukan panen serentak sejumlah komoditas unggulan yang dipajang dalam gelaran tersebut.

"Dalam gelaran ini akan dipajang sejumlah tanaman hidup siap panen yang merupakan komoditas unggulan holtikultura Jawa Tengah," katanya.

Ia menuturkan, expo dua tahunan yang dibuka oleh Menteri Pertanian ini merupakan salah satu ajang promosi komoditas unggulan holtikultura ke luar negeri.

Ia menjelaskan, melalui ajang ini, diharapkan mata rantai perdagangan ke luar negeri dapat disederhanakan, dengan menghadirkan langsung sejumlah duta besar negara tujuan.

Berbagai komoditas yang dipamerkan dalam expo ini, lanjut dia, merupakan produk unggulan yang selama ini telah dipasok ke sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Beberapa komoditas unggulan tersebut di antaranya melon, lobak, semangka, sawi, kubis, cabai, dan sebagainya.

Soropadan Agro Expo 2011 yang mengambil tema "Mantapkan Kemitraan Dengan Dunia Usaha Untuk Mengembangkan Akses Pasar Global" akan digelar pada 2-5 Juli 2011.

Kegiatan yang juga akan diisi dengan sarasehan antara Gubernur Bibit Waluyo dan para petani ini ditargetkan dikunjungi oleh 30 ribu orang, dengan nilai transaksi yang terjadi mencapai sekitar Rp75 miliar.

Koordinator Peserta SAE V tahun 2011, Astri mengatakan SAE sebagai wahana tukar menukar informasi dan terciptanya transaksi produk dan teknologi di bidang pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.

"SAE ini tingkat nasional dan buyer (pembeli) yang datang adalah tingkat internasional," katanya, Jumat (1/7).

Sedikitnya 113 stand telah penuh terisi oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Propinsi Jawa Tengah dan propinsi tetangga, SKPD kabupaten/kota, serta berbagai perusahaan yang bergerak dibidang pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan. UMKM dari daerah sekitar pun tidak ketinggalan turut meramaikannya. Mereka menampilkan berbagai produk unggulan.

Peserta dan pengunjung dapat memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang disediakan panitia untuk mengadakan promosi penjualan produk, pengenalan produk unggulan dan teknologi agro, seminar/workshop, lokakarya serta temu bisnis.

Sob, kamu juga bisa menikmati Fasilitas penunjang yang tersedia di Soropadan seperti, panggung kesenian terapung, kolam pancing, restorasi terapung, rest area, ruang teater, play ground dan jogging track.

Mudah-mudahan kamu bisa ke Soropadan sekarang, jadi ga perlu menunggu 2 tahun lagi. Kalo kamu ke Soropadan, mampir ya ke rumahku.


Box
Pelaksanaan kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 bertujuan untuk:
  • Mengangkat dan menggarap potensi-potensi agro di tingkat local, regional dan nasional agar mampu bersaing secara terbuka dan professional di pasar global
  • Menciptakan ajang produksi agro unggulan untuk membuka peluang pasar baru serta memperluas jejaring agribisnis bagi produsen dan pengusaha agro nasional dengan menjadikan Soropadan sebagai vendor dan sector agribisnis terkemuka.
  • Membuka wawasan dan ajang pembelajaran teknologi pertanian bagi pihak-pihak yang menekuni dan berkompeten seta pihak yang berkecimpung di bidang agribisnis.
  • Menciptakan forum yang mempertemukan para pelaku agribisnis dengan pihak petani produsen dengan menciptakan ajang promosi produk-produk unggulan dengan pengusaha agro baik local, nasional maupun internasional serta para stakeholder lainnya.
  • Memperkenalkan dan mempromosikan berbagai produk agro unggulan nusantara pada pasar local, nasional maupun pasar global, dengan Soropadan sebagai pusat Informasi dan promosi.
  • Meningkatkan akses pasar global melalui forum Temu Usaha antara Petani dan buyer local, nasional maupun Internasional

Box
Manfaat Dilaksanakannya kegiatan Soropadan Agro Expo V 2011 adalah untuk :
  • Meraih peluang ekspor dan peningkatan investasi
  • Meningkatkan pangsa pasar baik di dalam maupun luar negeri
  • Meraih calon mitra investasi di dalam maupun di luar negeri
  • Meningkatkan business networking




Pasar Induk Sandang Tegalgubug Cirebon






Bergaya Murah dan Trendi
Oleh Eman Mulyatman


Habis libur ngapain ya? Tentu konsentrasi kembali dengan sekolah. Di ujung liburan kemarin. Kru Sahabat Alam menyempatkan diri ke Tegalgubug Cirebon. Ada apa di Tegalgubug?

Dari Jakarta, awalnya kami berniat naik KA Cirebon Ekspres. Tapi begitu sampai di stasiun Jatinegara, ternyata sudah penuh. “Ada berdiri, tiketnya Rp 70.000,” kata petugas di loket.

Berdiri? Wah kalo begitu kami memilih jalan lain, dengan bis. Dari staisun Jatinegara dengan menumpang mikrolet kami menuju terminal Pulogadung. Tapi, kami tidak naik dari terminal ini melainkan terus nyambung dengan angkot, menuju pintu Tol Cakung. Dari sini kami naik bis Luragung Jaya.

Sob, kalo kamu ingin tes adrenalin, silakan naik bis jurusan Jakarta–Cirebon. Selain ngebut, suasana di dalamnya pun menguji kesabaran. Pokoknya crowded banget. Ada tukang asongan, pengamen yang tak berhenti turun naik dan amal jariah.

Kenapa ya, begitu? Ya karena bis Jakarta-Cirebon ini dinaiki oleh para penglaju. Artinya oleh mereka yang memang bolak-balik usaha antara Jakarta–Cirebon. Jadi sopirnya untung, karena bisnya menjadi favorit. Lihat saja di kaca bis. Selain nama bis, tertulis juga nama julukannya. Ada Korawa, Meteor, Relasi. Nah bis yang kami naiki berjuluk, Baraya.

Selain sopir, penumpang juga untung katanya bisa sampai tepat waktu. Terus si pengusaha bis juga untung, karena bisnya jadi favorit. Selain itu ada lagi yang diuntungkan, para oknum aparat. Katanya semakin banyak pelanggaran semakin banyak setoran.

Hari itu kami membuktikan, ”Wah tampaknya sopir bis ini urat malunya sudah dipotong,” kata rekan di samping. Bayangkan saja, ketika macet seenaknya saja ngambil jalur kanan!

Setelah empat jam diguncang-guncang bis, perut pun terasa keroncongan. Kami mencari makanan khas Cirebon Nasi lengko dan Empal Gentong. Udara panas Pantura membuat kami tak berlama-lama di warung itu. Segera mencari tempat shalat, wah ternyata fasilitas mushalla dan kamar kecilnya sedang krisis air. Kami pun segera keluar pasar mencari masjid terdekat.
          
Pusat Sandang
Daerah yang letaknya di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon ini memang terkenal sebagai Pasar Induk Sandang. Jadi kalau Sob ingin beli pakaian dengan harga murah, datang saja ke Tegalgubug. Selain murah modelnya juga baru.

Seperti Jilbab, tersedia model mengikuti selera penonton sinetron. Ada jilbab Ayat-Ayat Cinta, Azizah (sinetron Azizah), Ketika Cinta Bertasbih, Che che, Marisa, Inneke, Hingga Teh Ninih. Pokoknya trendi banget deh.

Tak heran bila barang-barang di Pasar Tegalgubug sangat laku. Namanya saja Gubug. Tapi, jangan salah sangka perputaran uang di pasar ini bisa mencapai kurang lebih Rp 5 miliar untuk setiap harinya. Dengan demikian, jika dihitung satu bulan, maka perputaran uang di pasar ini bisa mencapai kurang lebih Rp 40 miliar. Subhanallah.

Menurut Ustadz Hayani, salah seorang pedagang di Tegalgubug, Dibukanya pasar pada Hari Selasa dan Sabtu memang sudah kesepakatan. Waktu di luar pasaran itu dimanfaatkan untuk memenuhi pesanan. Karena pasar ini kelasnya nasional, bahkan internasional. “Kalo saya di pasar, terus kapan bisa silaturahim?” katanya.

Ustadz Yani, begitu pria ini biasa disapa, memulai usaha pada 2000 silam. Modal awalnya hanya kepercayaan. “Saya ikut orang dulu selama setahun,” katanya.

Meski sempat mengalami kerugian karena tertipu, kini Ustadz Yani sudah memiliki empat orang karyawan. Ketika ditanya omsetnya dengan malu-malu dia memilih Sahabat Alam untuk menebaknya. Di atas 100 juta sekali pasaran ya? “Ya kira-kira di atas itu sedikit,” katanya.    

Tegalgubug masih mengikuti pola pasar tradisional, bukanya hari Selasa dan Sabtu. aktivitas perdagangan bahan sandang tersebut telah mampu mengubah tingkat perekonomian warga Desa Tegalgubug. Dari pasar ini ada profesi tambahan selain menjahit. Yaitu ojek, kuli panggul atau berjualan makanan.

Nah kalo kamu ingin punya baju lebaran yang trendy datang aja ke Tegalgubug. Pesan kami, harus berani nawar ya. Supaya kamu enggak kecewa.   

BOX
Asal mula
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ir H Maslani Samad (47), menjelaskan, sejarah Pasar Tegalgubug dimulai sekitar tahun 1914. Saat itu, warga setempat menggantungkan hidupnya dengan membuat dan menjual kemben, yakni perlengkapan kebaya kaum perempuan pada masa itu. Pasalnya, kaum perempuan di Tegalgubug memang mahir dalam menjahit. Para pembeli kemben itu berasal dari luar wilayah Cirebon. Mereka berdatangan dengan menggunakan pedati pada malam hari.

Seiring berlalunya waktu, aktivitas perdagangan di Pasar Tegalgubug pun terus berjalan. Namun, aktivitas perdagangan itu belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Karenanya, kaum lelaki di desa tersebut lantas merantau ke Bandung untuk menjadi tukang becak. Tahun 1960-an, di Bandung mulai menjamur industri tekstil. Seringkali, pabrik-pabrik tekstil itu membuang sisa-sisa kain yang tidak mereka gunakan.

“Melihat hal itu, para tukang becak yang berasal dari Tegalgubug memungut sisa-sisa kain tersebut dan membawanya pulang. Mereka yakin kain-kain itu dapat dimanfaatkan bila diolah lebih lanjut oleh istri mereka yang memang pandai menjahit,” ujar H Maslani.
Keyakinan para tukang becak itu memang tidak keliru. Kain-kain sisa yang telah dijahit menjadi pakaian jadi itu, sangat laku dijual di Pasar Tegalgubug. Bahkan, permintaan pun terus meningkat hingga akhirnya mereka tak lagi hanya menggunakan kain sisa untuk dijahit menjadi pakaian jadi, melainkan juga membeli kain secara utuh.

Melalui promosi dari mulut ke mulut, keberadaan Pasar Tegalgubug pun semakin dikenal. Apalagi, lokasinya yang terletak di sisi jalur utama pantura penghubung Jakarta dan Jateng, menjadikan Pasar Tegalgubug sangat mudah untuk dijangkau oleh para pembeli yang datang dari berbagai daerah. Tercatat, ada sekitar 5.000 pedagang yang kini berjualan di Pasar Tegalgubug.